tyka’s

tyka’s

Tyka  //  Tyka >> a 27 y'ol cheerful woman, married to Mr. Hanafi. Tinggal di Surabaya. Rajin menulis. Agak sedikit norak & sok lucu :p Tapi aslinya sih lumayan baik, asal jgn dideketin pas lagi laper!

Nov 26 / 2:23am

Gerimis : KLA Project

Kangen banget ga sih sama KLa Project?! Apalagi lagu ini, duh.....


Gerimis
oleh: KLA Project


Musim penghujan hadir tanpa pesan Bawa kenangan lama t'lah menghilang Saat yang indah dikau di pelukan Setiap nafasmu adalah milikku Surya terpancar dari wajah kita Bagai menghalau mendung hitam tiba Sekejap badai datang Mengoyak kedamaian Segala musnah Lalu gerimis langit pun menangis Kekasih, andai saja kau mengerti Harusnya kita mampu lewati itu semua Dan bukan menyerah untuk berpisah ... Sekejap badai datang Mengoyak kedamaian Segala musnah Lalu gerimis langit pun menangis Kekasih, andai saja kau mengerti Harusnya kita mampu lewati itu semua Kekasih, andai saja kau sadari Semua hanya satu ujian 'tuk cinta kita Dan bukan alasan untuk berpisah ...

Loading mentions Retweet

Comments (0)

Nov 24 / 6:36pm

Happy Birthday Papah

A post was published by email on ~NDUTYKE:

Title: Happy Birthday Papah
Permalink: http://ndutyke.wordpress.com/2009/11/25/happy-birthday-papah/

Loading mentions Retweet

Comments (0)

Nov 17 / 2:07am

Tweeting and my need of a new hobby

Wah saya kayaknya perlu hobi baru nih! Twitter sudah beberapa saat ini tidak lagi memberikan kesenangan dan kebahagiaan. Ya mungkin ini sindrom kebosanannya tweeter yang sudah mencapai angka tweets tertentu. Jika diakumulasi dari beberapa akun twitter yang saya miliki, mungkin tweet saya sudah hampir mencapai, er... 8000 an?

Oh well, saya sudah kembali blogwriting secara 'normal' on a daily basis alias hampir tiap hari. Blogwalking pun dengan senang saya lakukan saat ada waktu luang di depan laptop atau komputer di ruang guru. Ehm ehm, termasuk korupsi ga nih? Ah gak kok, kan pemakaian komputer di luar jam mengajar dan ga ada aturan komputer diruang guru harus digunakan untuk browsing bahan mengajar doang *berkilah dengan manis*...

Mungkin saya akan kembali rajin membaca? Ntah membaca artikel news&RSS atau membaca buku-majalah? Yah semoga saja lah....

*hobi apa aja asal jangan tidur melulu deh*

Loading mentions Retweet

Comments (0)

Nov 8 / 7:39pm

Indra ke-5 6 7 dst

Ini cerita yang tercecer dari perjalanan Liburan Keluarga Semarang - Jogja dan Bali kemaren. Nah berhubung kagak ada yang bisa memenuhi request saya untuk naik pesawat Semarang- Jogja, ya terpaksalah perjalanan darat (sewa mobil). Yeehaaaa... Road tripppp... Hoek *mual-mual sepanjang perjalanan*

Yang kesampean keinginannya adalah si Papah, nyicipin naik Camry. Ya well it was his 2nd wish actually. Awalnya pengen nyicipin naik Alphard ya bok (kagak mampu beli, mampunya sewa doang, hehehe), tapi mahal pisan! Astajim. Almost a million cuma buat 6 jam sewa. Berasa pengen ngejambak rambut yang punya travel gak sih loooo?

Lanjut yuk marik ceritanya.

Pas di jalan itu, si Mamah cerita-cerita tentang musibah kecelakaan, kematian dan natural disaster yang terjadi seputar hari liburan kami itu:

Mamah : Eh pas sebelum gempa (Padang) itu, kok Mamah punya feeling ga enak ya?? Jangan-jangan Mamah punya......... INDRA KELIMA.... *nada suara agak dramatis*
Saya : *omaigat emak gueeeeee!* *nahan ketawa sambil membelalakkan mata*
Papah, Suami, Pak Supir : *hening*

Wakakakakakaak...... Si Mamah, split of the tongue ye Mah :))

Loading mentions Retweet

Comments (0)

Nov 7 / 2:34am

Pink merona

Ini pink bukan sih bok? Pink fuschia keunguan gitu ngkali yak? Well, ini adalah baju yang saya sarankan untuk dibeli oleh best friend saya si Inge. Sore ini kami ke Supermall dan menjelajah disko. Barang diskonan maksudnya.

Si Inge ini kulitnya selegam wanita-wanita dari benua Afrika. Okelah ga sekeling or selegam itu. Tapi emang yah, dia itu tipikal 'selera bule' gitu lah ya. In an exotic way, not in a kampoengan way, ..... Forgive my language will you?

Dia itu ngefans bener ama warna hitam dan putih. Sebagai penggemar warna pink dan sebangsa-nya, saya pun menyarankan dia untuk keluar dari comfort zone-nya dan mencuba warna-warna 'hangat' semacam pink tua, terakota, merah bata, dsb. Atau warna 'dingin' semacamm ungu kebiruan. Dan dia ga mau,

Saya: Ayolah Nge, jangan hitam lagi-hitam lagi dong! Atau putih. Coba warna pink ini!
Inge: Mbulak di akuuuuu!
Saya : Gak kok, tu bagus kan? Sesuai sama semburat rona kemerahan palsu diwajahmu itu! Wakakakaka.... (Baca: polesan blush on, gitu..)

Loading mentions Retweet

Comments (0)

Nov 4 / 11:13pm

Berasa di Ubud ga sih?

Hola, selamat siang apa kabar? Sudahkah
jemuran anda kering, hari ini? Diliat dari panasnya matahari cabang Surabaya, mestinya udah dong yaaa...

Tadi saya naik bemo, turun dipinggir jalan (ya iya masa mau dipinggir pantai??) dan selagi menunggu jalanan lumayan sepi dan aman buat saya sebrangi (lumayan juga nunggu sampe 3 jam, jongkok dipinggir jalan sambil mbatin, 'Asyem dalan'e kok rame terus' > ok becanda....) Trus di pembatas jalan itu, saya ngeliat ada pohon kamboja putih (yang biasa di kuburan) trus saya liat ada 'mbak kunti' hii > oke, becanda lagi. Kamu pikir ini #pekanhoror hah? Seneng kamu liat @mstyka ketakutan? Hah? Hah?! Heh oVy, DKP, sama mawan ga usah ketawa-ketawa ya!!

*ngelantur*

Yaudah, back to that pohon kamboja yang ga ada mahluk gaib-nya. Saya benernya pengen metik tu bunga kamboja putih buat ditaruh di meja, nemenin makan siang. Padahal makan siangnya nasi padang, bukan bebek bengil (khas Ubud itu loch!). Jadi agak gak mecing (baca: matching) juga benernya.

Abis jalan beli nasi Padang yang ENAK itu (suer, you shud give it a try!!) Lalu saya jalan kaki (tadi ada yg nawarin buat naik tandu, biar kayak Ratu dinasti Ming gitu loch, naik tandu. Tapi kok jadinya kayak adegan Kungfu Panda waktu Po abis kepilih jadi pesilat itu ya? Ah ga jadi....).

Ini benernya mau cerita apa sih??? Dari tadi ngelantur aja kemana-mana, saya sampek bingung sendiri!!!

Ah ya, INTINYA begini:
Pas jalan menyusuri gang kearah kursus'an, angin semilir-semilir menyapa saya dan senangnya.... Ada gantungan bambu yang kalo kena angin trus bunyi-bunyi itu, bikin suasana jadi kayak di Bali. Trus saya inget pas jalan di bawah mentari Bali bagian Ubud, berdua sama Suami. Rasanya masi HEPI abis jek, kalo mengingat kenangan itu.

Sejenak saya jadi kangen Suami (alah perasaan dari tadi pagi belom bel masuk aja udah kangen! Gombal lo! Pel-pel'an!).

Jalan kaki diiringi suara merdu dari klintingan bambu itu.... Berasa di Ubud ga sih?

Cuma bedanya, kali ini saya jalan kaki pake sepatu kerja yang mahal beudhhh (anjing! > Ini bukan memaki, tapi Sepatunya emang lambangnya anjing.) Yang ternyata masih ga mempan menahan panasnya aspal. Instead of wearing SENDAL JEPIT warna pink yang kiyudhhh abis itu (liat fotonya? Nah itu sendalnya nangkring dipasirnya Nusa Dua).

Dan saya pake seragam safari, instead of sundress bercorak bunga-bunga.

Trus tangan kanan saya nenteng kresek item isi nasi padang, instead of ngegandeng tangan bule ganteng. Oke maap: tangan SUAMI ganteng.

Overall, dengan tidak mengindahkan segala perbedaan diatas, ternyata cuman dengan mendengar suara tertentu atau melihat bunga tertentu, sudah bisa membuat saya merindukan BALI saya...... *sigh*

Anyway, as my closing today: jangan nonton Ju On The Grudge: Girl in Black. Ceritanya GEJE ABIS.

*ga nyambung emang, I know*


------------> Powered by TykeuwBerry®

     
Click here to download:
Berasa_di_Ubud_ga_sih.zip (191 KB)

Loading mentions Retweet

Comments (1)

Nov 3 / 6:25am

Konsekuensi Wanita Bekerja

Dibawah ini adalah kutipan dari komentar di blognya Mbak Vicky. Silahkan baca dulu postingannya untuk bisa memahami komentar dibawah ini. Oia, saya belom minta ijin sama both mbak Vicky (selaku yang punya blog, maupun Fanda selaku komentator).

I LIKE THIS!

>> semua keputusan dan pilihan kita itu ada konsekuensinya. kalo seorang wanita memilih utk punya rumah tangga dan karier, konsekuensinya adalah salah satunya ga berjalan dgn baik, ato malah 2-2nya. kalo orgnya ga bisa manage waktu, ya jangan jalani keduanya sekaligus, pilih salah satu. Kalo ga bisa milih dan harus jalan keduanya? Ya jangan ngomel klo salah satu ato keduanya ga berjalan lancar. Toh itu sudah konsekuensinya.

Sumber: http://georgetterox.blogspot.com/2009/11/ngumpet-di-ketiak-anak.html
------------> Powered by TykeuwBerry®

Loading mentions Retweet

Comments (0)

Nov 3 / 2:14am

Memadamkan Kebakaran

Sekedar bertanya:

Kalau ada kebakaran di halaman belakang rumahmu, katakanlah karena kecerobohan sang tukang kebun dalam membakar gundukan rumput kering dan bodohnya tu tukang kebun tak sengaja menumpahkan bensin di gundukan rumput kering tersebut . Uh, mana ini musim panas dengan sedikit angin yang bisa semakin membara-kan api kebakaran tersebut.

Apa yang akan kamu lakukan untuk memadamkan api, sementara persediaan air terbatas?

1) Memanggil PMK dan menunggu dengan pasif (hanya bisa menatap kobaran api) dengan resiko menunggu lama dan mungkin kebakaran akan merambat ke seluruh bagian rumah?
2) Memanggil PMK tapi sembari mengambil air seember demi seember dari kamar mandi di dalam rumah? (Anggaplah tidak ada keran di halaman). Sungguh melelahkan mondar-mandir mengambil air dengan menggunakan ember! (Anggaplah hanya satu-dua orang yg membantu).

Nah, jika niatanmu ingin memadamkan api, tapi hal dibawah ini yang kamu lakukan, kira-kira apa yang akan terjadi?

Instead of mengambil air seember demi seember untuk memadamkan api, kamu malah melempari api tersebut dengan kertas-kertas atau majalah dan koran. >>>> Air-nya bakalan mati atau malah tambah garang karena ketambahan 'bahan bakar'??

Prinsip itulah yang harus kita semua pikirkan dalam penyelesaian masalah. Saat ada masalah yang lumayan membara (seperti layaknya api di kebun/halaman belakang), apa yang kita pilih untuk lakukan?

'Menyiramnya dengan air'?
Atau........ 'menambah bahan bakarnya sehingga api semakin berkobar dan akhirnya semakin sulit untuk memadamkannya? Semakin banyak kerusakan yang ditimbulkan?'
------------> Powered by TykeuwBerry®

Loading mentions Retweet

Comments (1)

Nov 1 / 7:36pm

Mengapa tweet saya diprotek?

Saya ngetweet mulai tahun 2007 pake nick @tykeuw. Waktu itu sih belum diprotek tapi ga tau juga makenya buat apa. Secara, masih 2 tahun lalu. Kayaknya belom booming aje ye microblogging. Semua masih sibuk bernarsis ria dengan blog, Friendster dan ada juga kali yang udah mulai Facebook'an.

April 2009 ini, saya mendelete akun yang @tykeuw dan bikin baru dengan nama @ndutyke. Lalu ganti @ndutipul. Lalu akhirnya memutuskan untuk pake 'merk dagang' @tyka82. Awalnya ga saya protek, lalu lama kelamaan kok saya ga nyaman ya tweets saya dibaca sama orang banyak..... Dibaca oleh rakyat jelata ityuuuwww.... *plakkkkk!*

Anjir ajegile SOK banget sih lo Ndut? Wkwkwkwkwk.... Iya sih, emang timeline saya keliatan dr blog wordpress. Tapi pengunjung blog yang 1300/bulan (bau-bau sombong kayaknya ya? Tampaaaarrrr!) Juga belom tentu semua baca timeline eike, bukan begitu? Yuk. Tapi tetep lah atas nama kenyamanan dan kebebasan ber-tweet, saya protek aja tuh @tyka82.

Lanjut resehnya:
Saya mulai 'menendangi' (buset bahasanya ga sopan) alias mem-block followers di @tyka82 yang saya ga kenal mereka siapa. Kenapa? Ya atas dasar nyaman-nggak itu tadi. Di tweets, saya membuka jadwal saya: kapan ngajar ke sekolah, kapan ke kursus'an (dan saya tulis juga saya ngajar dimana aja). Suatu kebodohan dan kecerobohan, menurut saya, kalau saya membuka identitas dan LOKASI saya kepada orang yang ga dikenal.

No, I don't do such thing. Saya emang tipikal pribadi yang bisa sangat PARNO dan berhati-hati.... Terlalu berhati-hati mungkin? Ah ya nama-nya juga PARNO.

Di twitter, saya curhat dan nyeplos lebih bebas dari pada di blog. Saya berani-berani aja melakukan itu karena toh yang membacanya juga segelintir orang. Walo pernah hampir kebablasan curhatnya: saya sedang kesal sama seseorang (sebut dia si A) yang ga punya twitter, dan lampiaskan kekesalan ini dengan mengkomentari dirinya di tweets saya. Eh ya kok saya hampir lupa kalo sobatnya si A ini punya tweet dan memfollow saya,..... -____- krik krik krik.....

Seusai Ramadhan, saya mulai melakukan langkah ekstrim berikutnya: alumni/ eks murid saya yang dulu saling follow di @tyka82, saya 'tendangi' keluar dan saya tampung di akun lain. Alasannya: masalah kebebasan dan kenyamanan. Curhat jadi agak terbatas ya soalnya kudu JAIM (kan dibaca eks murid, wekkkk), myahahahaha.....

Di akun khusus murid& alumni tersebut, awalnya saya ga protek karena supaya memudahkan mereka memfollow saya (tanpa moderasi). Lama kelamaan sih saya protek. Dan bagi nama-nama asing yang sudah kadung memfollow saya disana? Ya saya 'tendangi' lagi, hehehe. Pardon my languge. Saya 'BLOCK' gitu.

Alasannya apa? Kembali ke : kenyamanan dan juga keamanan tadi lah.
------------> Powered by TykeuwBerry®

Loading mentions Retweet

Comments (3)

Oct 31 / 8:45pm

Usir Israel dengan Khilafah

Minggu pagi, ada demo-nya Hizbut Tahrir. Saya mau mewek rasanya, terharu..... Ya Allah, orang- orang ini berusaha membuat perubahan. Meski dengan cara yang mungkin membuat kesal para pengguna jalan lain. But people have to do something, right? Demi mengusir Israel dari tanah Palestina; dan menyelamatkan Al Aqsha.

Maaf ya saudara-saudaraku, saya cuma bisa berjuang melawan Israel dengan cara membatasi diri: tidak membeli produk-produk yang produsennya mensuport Zionisme. Mereka menyumbangkan sebagian keuntungan mereka kepada Zionisme. Tapi kita berjuang dengan cara kita sendiri-sendiri kan? Allahu Akbar, Allah Maha Besar. Allah Maha Mengetahui.
------------> Powered by TykeuwBerry®

Loading mentions Retweet

Comments (0)